Selasa, 21 Juni 2016

Antiklimaks Penutup Karier Ibrahimovic


Calon pemecah rekor dan kandidat top scorer. Dua predikat tersebut sering menghiasi pemberitaan terkait Zlatan Ibrahimovic sebelum Piala Eropa 2016 berlangsung.

Bukan tanpa sebab. Dia datang ke Perancis bermodalkan koleksi 50 gol dalam semusim bersama Paris Saint-Germain (PSG).

Cukup satu kali menggetarkan gawang, Ibrahimovic pun bakal terekam sebagai pemain pertama yang mencetak gol pada empat putaran final Piala Eropa.

Sebelumnya, dia bersama Cristiano Ronaldo dan Michel Platini mampu mengalirkan gol dalam tiga edisi turnamen.

Nahas, rekor tersebut sekadar angan. Jangankan mencetak gol, menembak ke arah gawang saja Ibrahimovic tidak mampu.

Menurut catatan UEFA, Swedia merupakan satu-satunya tim tanpa tendangan tepat sasaran dalam dua pertandingan fase grup.

Rapor minor tersebut membuat Swedia tidak diunggulkan saat melawan Belgia pada penutup Grup E di Allianz Riviera, Rabu (22/6/2016).

Laga tersebut bakal menentukan jatah runner-up. Belgia kini menempati posisi tersebut dengan koleksi tiga poin atau unggul dua angka atas Swedia

Peringkat ketiga tidaklah cukup mengantarkan Swedia ke babak 16-besar. Sebab, Albania sudah meraup tiga angka di Grup A, sedangkan Slowakia mengoleksi empat poin di Grup B.

Skenario terakhir tidak cuma memaksa Ibrahimovic mengangkat koper, tetapi juga menutup karier lebih cepat. Rencana pensiun telah dideklarasikan dia sebelum turnamen dimulai.

"Membuat Ibrahimovic pensiun? Ya kalau memungkinkan," kata gelandang serang Belgia, Kevin De Bruyne, seperti dilansir Sky Sports, Senin (20/6/2016).

Seolah menyadari hal itu semakin dekat, Ibrahimovic pun mengulanginya menjelang partai kontra Belgia.

"Laga terakhir di Piala Eropa sekaligus menjadi yang terakhir untuk saya. Saya tidak akan bermain di Olimpiade," tutur Ibrahimovic, seperti dikutip FourFourTwo, Selasa (21/6/2016).

Tidak seperti di PSG yang dihiasi sejumlah rekor, Ibrahimovic kini terancam menutup kiprahnya dengan prematur. Dia tidak cuma gagal melampui Platini, tetapi juga tak bisa membawa Swedia berprestasi.


Sejarah Baru, UEFA Ganti Bola di Tengah Turnamen


UEFA merilis bola yang bakal digunakan untuk babak 16 besar Piala Eropa 2016. Bola produksi Adidas itu diberi nama "Fracas".

"Fracas" bakal menggantikan "Beau Jeau", bola yang digunakan pada fase grup. Dengan begitu, Piala Eropa 2016 menjadi turnamen internasional pertama yang menggunakan bola berbeda untuk babak gugur.

Hanya, tidak ada perbedaan antara "Fracas" dan "Beau Jeau" dari sisi makna. Keduanya berarti "Permainan Indah" dalam Bahasa Indonesia.

Warna dasar yang digunakan pun sama-sama putih. Perbedaannya, "Fracas" menggunakan warna merah untuk latar huruf "E-U-R-O" dan angka "2-0-1-6".

Diklaim Adidas, desain "Fracas" merepresentasikan semangat "winner takes all" atau senada dengan aturan pada fase gugur.

Sejumlah media Eropa sempat mengaitkan peluncuran "Fracas" dengan insiden bola kempis saat Swiss melawan Perancis di Stade Pierre Mauroy, Minggu (19/6/2016).

Bola rusak karena perebutan antara Antoine Griezmann dan Valon Behrami pada babak kedua pertandingan tersebut.

Adidas lantas membantah dan menyatakan tidak ada korelasi dengan insiden bola kempis.

Hingga kini, Adidas belum mengungkapkan faktor penyebab kerusakan bola "Beau Jeau".

"Kami masih menelaah. Hanya, 'Beau Jeu' telah menerima banyak pujian dari para ahli karena kontribusinya pada awal turnamen," bunyi pernyataan Adidas, seperti dikutip Guardian, Senin (20/6/2016).


Tak Diberi Uang, Anak Bakar Rumah

 

Tak diberi uang, Beki gelap mata. Warga jalan Parit Lajer, RT 01, RW 01, Tembilahan Selatan, Kabupaten Inhil ini nekat membakar rumah orangtuanya, Selasa (14/6) sekitar pukul 15.30 WIB.

Awal kejadiannya begini. Sore itu Beki meminta uang sebesar Rp15 juta kepada ayahnya Ridwan. Katanya untuk melamar wanita yang dipacarinya.

Beralasan memiliki gangguan jiwa, permintaannya tak dikabulkan ayahnya. ‘’Sembuhkan dulu diri kamu,” kata pria 55 tahun itu kepada putranya.

Mendengar kalimat yang keluar dari mulut ayahnya, Beki pamit pergi ke dapur. Ia membuat segelas kopi. Sedangkan ayahnya ke luar rumah. Entah apa yang merasukinya, tiba-tiba pria 29 tahun ini mengamuk. Ia menghancurkan sebagian barang di dapur.

Mendengar suara ribut, ibunya Nurhayati bergegas ke dapur. Namun begitu sampai, Beki semakin menjadi-jadi. Ia mengambil sebatang kayu dan memukul wanita 55 tahun yang telah melahirkannya tersebut.

Seketika adiknya Zuhrianamawati datang. Melihat ibunya dipukul, wanita 21 tahun ini berusaha melerai. Bukannya berhenti, abangnya malah mengambil Martil.

Melihat Beki semakin nekat, ibu dan adiknya ketakutan. Mereka langsung melarikan diri.

Belum puas dengan apa yang dilakukannya, kemudian Beki membakar rumahnya. Ia menggunakan kompor gas yang sedang menyala di dapur.

Dalam hitungan menit, api membesar. Sehingga rumah yang terbuat dari papan itu menjadi arang, meski sempat dipadamkan warga dengan menggunakan peralatan seadanya.

Kabar peristiwa ini sampai ke polisi. Petugas langsung turung ke tempat kejadian. Lalu mengamankan Beki yang sedang berkeliaran di sana.

Atas permintaan keluarga, Beki dibawa ke RSUD Puri Husada. Pasalnya Beki merupakan pasien tetap di rumah sakit tersebut.

Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono SIK melalui Paur Humas Ipda Heriman Putra kepada Pekanbaru MX membenarkan adanya kejadian itu. ‘’Kini pelaku pembakaran rumah yang mengalami gangguan jiwa kita serahkan ke RSUD Puri Husada,’’ ujarnya.Mg1

http://www.acehpoker.com/ref.php?ref=LAHAN888

Ngaku Anggota Polda, Peras Warga Tampan


Dua pria Rio (34) dan Alfi (28) tak berkutik. Mereka ditangkap Satreskrim Polresta Pekanbaru di dua tempat berbeda, Selasa (14/6) dinihari. Keduanya terlibat kasus pencurian dengan kekerasan dan pemerasan.

“Keduanya kita tangkap sekitar pukul 02.00 WIB. Rio ditangkap di rumahnya Jalan Teropong, sementara Alfi di Jalan Air Dingin,” kata Kapolresta Pekanbaru AKBP Tonny Hermawan R SIK saat ditemui Pekanbaru MX, Kamis (16/6).

Penangkapan berawal laporan Masrial. Menurut pelapor, Ahad (15/5) sekitar pukul 20.00 WIB, Rio dan Alfi datang ke toko barang harian Maju Jaya miliknya di Jalan Delima, Tampan.

“Keduanya mengaku anggota Ditreskrimsus Polda Riau. Lalu menunjukkan surat tugas serta menggeledah toko,” terang Tonny.

Di toko ditemukan rokok tanpa cukai merek Lufman Mild. Kedua pria ini kemudian mengancam akan membawa pelapor untuk diproses ke kantor Ditreskrimsus Polda Riau bila tidak membayar Rp10 juta.

Setelah nego, harga damai disetujui Rp5 juta. Lalu pelaku pergi meninggalkan korban. Belakangan diketahui keduanya ternyata polisi gadungan. Korban lalu membuat laporan resmi.

“Begitu mendapat laporan, kita langsung adakan penyelidikan. Akhirnya tersangka berhasil kita tangkap Selasa dinihari,” kata Tonny.

Sejumlah barang bukti diamankan dari tangan tersangka. Di antaranya mobil Daihatsu Xenia warna hitam, sehelai kaos warna biru bertuliskan Turn Back Crime yang pada bagian belakangnya bertuliskan polisi.

Selanjutnya diamankan sepucuk Air Softgun merk SNW 367 Magnum jenis revolver warna silver berisikan 6 peluru, selembar map merah yang berisikan surat perintah penangkapan dan penggeledahan yang dikeluarkan oleh Ditreskrimsus Polda Riau yang ditandatangani AKBP Bambang Setya Ginting, serta alat bukti lainnya. “Kedua tersangka dijerat Pasal 368 KUHP,” pungkas Tonny.MXO

http://www.acehpoker.com/ref.php?ref=LAHAN888

Begini Penjelasan Ilmiah Bocah 12 Tahun yang 'Bertelur' 4 Kali [ Ini Video nya ]

 


Kepala Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf, dokter Adriana Galla, menduga benda yang menyerupai telur di dalam perut bocah berusia 12 tahun asal Gowa, Akmal, adalah akibat pengapuran di dalam tubuh (kalsifikasi). Kalsifikasi ini membentuk cangkang bulat menyerupai telur.

Namun, uniknya, benda ini tersimpan dengan aman di bagian panggul sebelah kiri, bukan di usus atau anus Akmal. "Tapi ini sudah bisa disebut tidak normal," kata Adriana kepada Tempo, Senin, 8 Juni 2015.

Adriana berencana mengkonsultasikan hal ini ke dokter ahli bedah di Makassar. Sebab RSUD Syekh Yusuf belum mampu melakukan penindakan lebih lanjut terhadap Akmal. "Kami hanya bisa menangani rasa nyerinya," kata Adriana.

Akmal, 12 tahun, asal Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, membuat heboh warga di kampungnya. Bocah yang baru tamat dari bangku sekolah dasar itu mengeluarkan benda mirip telur dari lubang duburnya.

Peristiwa unik itu terjadi pada Minggu, 7 Juni 2015, sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu Akmal sedang berada di rumah. Akmal mengeluarkan telur dibantu dukun beranak setelah sebelumnya mengerang kesakitan di bagian duburnya.

"Karena khawatir terjadi sesuatu, akhirnya kami langsung bawa ke rumah sakit," kata ayah Akmal, Ruslim, 48 tahun, di Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf, Senin, 8 Juni 2015.

Ruslim mengatakan peristiwa aneh yang dialami anaknya itu bukan yang pertama. Menurut Ruslim, anaknya sudah "bertelur" empat kali dalam dua pekan terakhir.

http://www.acehpoker.com/ref.php?ref=LAHAN888